Profil Taratara Satu
Kelurahan Taratara Satu, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, terletak di antara Gunung Lokon dan Bukit Rawingkolo dengan luas 626,5 hektare dan 8 lingkungan.
- 626,5hektareLuas wilayah
- 8Lingkungan
- 1.759jiwaPenduduk
- 517KKKepala keluarga
- ±400mDi atas permukaan laut
Letak dan wilayah
- Kelurahan
- Taratara Satu
- Kecamatan
- Tomohon Barat
- Kota
- Tomohon
- Provinsi
- Sulawesi Utara
- Jumlah lingkungan
- 8 (Lingkungan I sampai VIII; sejak 1 Januari 2010)
- Luas wilayah
- 626,5 hektare
- Ketinggian
- Sekitar 400 meter di atas permukaan laut
- Curah hujan
- 1.000 sampai 1.500 mm, dengan 4 sampai 6 bulan hujan
- Suhu rata-rata harian
- 25 sampai 30 °C, kelembapan 70%
Batas wilayah
- Utara
- Kelurahan Taratara Dua, Kecamatan Tomohon Barat
- Timur
- Kelurahan Taratara Dua, Kecamatan Tomohon Barat
- Selatan
- Kelurahan Tincep dan Pinaras (Kecamatan Sonder dan Kecamatan Tomohon Selatan)
- Barat
- Kelurahan Taratara dan Ranotongkor (Kecamatan Tomohon Barat dan Kecamatan Tombariri)
Penggunaan lahan
| Penggunaan | Hektare |
|---|---|
| Perkebunan | 350 |
| Persawahan | 250 |
| Pemukiman | 20 |
| Pekarangan | 4,5 |
| Perkantoran | 1 |
| Taman | 0,5 |
| Prasarana umum lainnya | 0,5 |
| Seluruh wilayah | 626,5 |
Jarak dari kelurahan
| Tujuan | Jarak | Waktu |
|---|---|---|
| Kantor Camat Tomohon Barat | 5 km | sekitar 10 menit |
| Pusat Kota Tomohon | 8 km | sekitar 15 menit |
| Kota Manado (ibu kota provinsi) | 25 km | sekitar 1 jam 15 menit |
Tersedia angkutan umum ke kecamatan dan ke pusat kota.
Visi dan misi
Visi
Terwujudnya Kelurahan Taratara Satu yang religius, maju, sejahtera, berbudaya, hidup rukun dan damai serta berdaya saing tinggi.
Misi
- Membangun masyarakat yang religius berdasarkan nilai-nilai agama dan kepercayaan yang dianut.
- Meningkatkan good governance dan clean government dengan transparansi dan akuntabilitas untuk kepentingan seluruh masyarakat.
- Meningkatkan dan mengembangkan potensi baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang ada.
- Melaksanakan pembangunan fisik berdasarkan tata ruang mencakup semua aspek untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan konsep pembangunan berwawasan lingkungan.
- Melestarikan dan mengembangkan budaya dan kearifan lokal masyarakat Sub-Etnis Tombulu.
Penduduk
Sumber: Profil Kelurahan Taratara Satu, Desember 2025 (Daftar Isian Potensi Desa dan Kelurahan). Lihat grafiknya di Peta dan statistik.
Potensi dan fasilitas
Ringkasan dari Profil Kelurahan Taratara Satu, Desember 2025 (Daftar Isian Potensi Desa dan Kelurahan). Nama sekolah dan gereja dicocokkan dengan Peta Fasilitas dan Potensi Kelurahan Taratara Satu (KKT-149 UNSRAT 2026).
Pertanian
- Pangan: padi sawah 250 hektare, jagung 25 hektare, talas 7 hektare.

Hamparan sawah di Kelurahan Taratara Satu 
Sawah berundak di Kelurahan Taratara Satu
- Perkebunan rakyat: kelapa 150 hektare, cengkeh 45 hektare, pala 3 hektare.
- Tanaman obat: sereh 3,5 hektare, kayu manis 1 hektare, jahe 0,5 hektare, lengkuas 0,5 hektare, kunyit 0,25 hektare.
- Hasil padi sawah sekitar 5 sampai 6 ton per hektare.
- Sekitar 432 keluarga tani.
Pendidikan
- 1 TK dan 2 SD (Katolik, terdaftar); sekitar 30 murid TK dan 293 murid SD.Menurut peta: TK Santa Theresia, SD Katolik 1, dan SD Katolik 2.

TK Santa Theresia 
SD Katolik 2 (gerbang) 
SD Katolik 1 (halaman)
Kesehatan
- Puskesmas Pembantu (Pustu) Taratara Satu.

Puskesmas Pembantu Taratara Satu
Peribadatan
- 2 gereja Kristen Protestan dan 1 gereja Katolik.Menurut peta: Gereja GMIM Sion Eleos, Gereja GPSDI Alfa Omega, dan Gereja Katolik Paroki Santo Antonius Padua.

Gereja GMIM Sion Eleos 
Gereja GPSDI Alfa Omega 
Gereja Katolik Paroki Santo Antonius Padua
Olahraga dan taman
- 2 lapangan bulutangkis, 1 lapangan voli, 2 meja pingpong.
- Taman bermain 200 meter persegi.
Keamanan
- Linmas 18 orang dan 2 pos kamling.
Pemerintahan
- Kantor Kelurahan Taratara Satu.

Kantor Kelurahan Taratara Satu, tampak depan 
Kantor Kelurahan Taratara Satu, tampak dari samping
Kelembagaan aktif
- LPM, PKK, Karang Taruna, lembaga adat, dan Forum Komunikasi Kader Pemberdayaan Masyarakat.
Perhubungan
- Jalan aspal desa 2.100 meter (200 meter rusak) dan 4 jembatan beton.
- 2 pangkalan ojek, 25 unit bus umum, 20 ojek, dan 2 warnet.
Wisata
- Kawasan gunung 200 hektare, agrowisata 250 hektare, dan hutan khusus 200 hektare. Semuanya masih berstatus pasif.
Cerita asal nama dan perjalanan kelurahan ada di halaman Sejarah.